Cahaya hitam yang tidak seperti cahaya biasa mengalir dari permukaan bola ke telapak tangan Elena. Bukan cahaya yang menerangi, lebih seperti kegelapan yang bergerak dengan sengaja, memilih ke mana ia pergi. Ia merayap naik ke pergelangan tangan, ke lengan, ke bahu, naik terus ke leher dan ke wajah. Elena tidak menarik tangannya. Matanya menutup sebentar, lalu membuka kembali, tapi tatapannya sudah tidak sepenuhnya tatapan yang sama. Sudut-sudutnya lebih dalam, lebih jauh, seperti seseorang yang sedang melihat sesuatu yang jauh di belakang tembok ruangan ini. Aura di sekitarnya berubah dalam satu tarikan napas. Dingin yang ada di ruangan ini sudah sejuk sejak mereka masuk, tapi sekarang lebih dari itu. Lebih tua, lebih berat, seperti udara yang ada di antara reruntuhan sesuatu yang pernah sangat besar dan sudah sangat lama tidak disentuh. Di dahi Elena, sebuah mata ketiga terbuka. Bukan metafora. Bukan ilusi. Sebuah mata vertikal, hitam total tanpa putih, membuka tepat di
Last Updated : 2026-05-29 Read more