Hartawan yang pertama kali berhasil menarik napas dengan benar. Ia sudah menduga Ryan bukan orang sembarangan sejak beberapa menit lalu, tapi dugaan itu dan kenyataan yang baru saja ia saksikan adalah dua hal yang berbeda sepenuhnya. Hendra dan Miranda tidak semampu itu. Keduanya melorot ke lantai hampir bersamaan, lutut menyentuh ubin dingin, wajah mereka memakai ekspresi orang yang baru saja menyadari sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi sudah terjadi dan tidak bisa diputar kembali. Miranda yang paling parah. Di dalam kepalanya, semua kejadian hari ini diputar ulang satu per satu dengan kecepatan yang menyakitkan. Pagi tadi di depan bank, ia mengejek Ryan karena penampilannya yang biasa, hanya untuk mendapati saldo rekeningnya sembilan belas miliar GDP yang membuat kepala cabang banknya sendiri yang menanganinya. Masih belum mau menerima, ia membawa Hartawan turun untuk menghajar Ryan, yakin hasilnya sudah bisa ditebak. Dan hasilnya memang bisa ditebak, hanya saja
Read more