"Dasar gadis polos!" Ryan menyaksikan semuanya dari balik pagar, termasuk seluruh percakapan mereka. Ia lebih banyak melongo ketimbang apa pun, sampai sudut bibirnya berkedut. Putrinya yang polos itu sudah menelan begitu banyak pil ajaib sejak kecil, sehingga tubuh mungilnya jauh lebih kuat daripada anak-anak seusianya. Wajar saja kalau ia belum bisa mengukur tenaganya sendiri. Sebuah tendangan yang menurutnya ringan saja sudah cukup untuk merobek bola, apalagi kalau sungguh-sungguh. Bagi Aira, tenaga itu sudah jadi bagian dari tubuhnya sejak lahir, sesuatu yang ia anggap wajar dan tak pernah ia perhatikan. 'Lihat saja nanti, gadis kecil ini bisa membuat seisi sekolah jungkir balik,' batinnya geli. ** Elena tak ubahnya setiap ibu di dunia ini. Ia berharap membesarkan putrinya menjadi pribadi serba bisa, dengan perkembangan moral, kecerdasan, fisik, sekaligus rasa keindahan. Karena itu, di atas tuntutan agar Si Kecil belajar, ia juga ingin menumbuhkan lebih banyak minat dalam
Read more