Langit di atas Hutan Terlarang tidak lagi memiliki warna. Tidak ada bintang, tidak ada bulan, bahkan tidak ada kegelapan malam yang biasa, karena yang ada hanyalah putih. Putih yang menyakitkan, putih yang melahap, dan putih yang menghapus segala eksistensi. Suara retakan pelindung hutan terdengar seperti jeritan ribuan kaca yang pecah serentak. PRANG! Julian Helios, yang berdiri di garis depan dengan pedang Sunblade di tangan, berteriak sekuat tenaga agar pasukannya mempertahankan diri dan jangan biarkan musuh lewat. Detik berikutnya, tsunami Tinta Putih itu menerjang masuk. Gelombang ketiadaan itu menghantam barisan pohon raksasa di pinggir hutan. Pohon-pohon yang telah berdiri selama ribuan tahun itu tidak tumbang, melainkan mereka lenyap. Batang mereka terhapus dari bawah ke atas dalam hitungan detik yang menyisakan ruang kosong yang mengerikan. "Serang!" Ratusan anak panah Elf yang dilapisi sihir cahaya melesat menembus udara. Namun, saat menyentuh gelombang putih itu, anak p
Read more