Menara Timur Istana Obsidian, yang dulunya dikenal sebagai Gudang Senjata 'Taring Naga', kini tidak lagi berbau besi karat dan minyak pelumas. Sebaliknya, aroma yang memenuhi udara adalah campuran yang menenangkan antara kertas tua, tinta segar, dan kayu manis. Di bawah komando Ratu Aurelia (dan tentu saja, dengan 'sedikit' bantuan sihir dan dana tak terbatas dari suaminya), tempat yang dulunya gelap dan menyeramkan itu telah disulap menjadi surga literasi. Jendela-jendela batu yang sempit telah diperlebar dan diganti dengan kaca kristal bening, membiarkan cahaya matahari sore membanjiri ruangan. Rak-rak buku dari kayu mahoni setinggi langit-langit berjejer rapi, dipenuhi ribuan jilid buku—mulai dari sejarah, ensiklopedia sihir, hingga dongeng anak-anak yang dikumpulkan dari seluruh penjuru benua. "Tuan... tolong ingatkan saya lagi," suara Kael terdengar terengah-engah dari balik tumpukan buku setinggi dua meter yang sedang dia angkat. "Kenapa saya, Jenderal Pasukan Bayangan yang d
Last Updated : 2026-03-07 Read more