Langit-langit Aula Takhta Valeraine yang terbuka membiarkan abu hitam turun perlahan layaknya salju kematian, menutupi lantai marmer yang retak. Di tengah ruangan luas yang kini terasa seperti makam raksasa itu, angin tidak berhembus. Udara terasa mati, berat, dan dipenuhi aroma besi berkarat yang menyengat hidung. Xaverius dan Aurelia berdiri sepuluh meter dari kaki panggung takhta. Di belakang mereka, suara pertempuran di halaman luar terdengar sayup-sayup, teredam oleh dinding sihir kedap suara yang dipasang Eleanor. Di sini, hanya ada mereka bertiga—dan satu makhluk menyedihkan yang merangkak di lantai. "Bangunlah, Ibu," suara Aurelia memecah keheningan. Nadanya tidak mengandung amarah yang meledak-ledak, melainkan kelelahan dan kesedihan yang mendalam. "Pasukanmu di luar sudah hancur. Aliansi sudah mengepung benteng ini. Tidak ada jalan keluar." Eleanor, yang duduk di takhtanya yang terbuat dari tulang belulang, memiringkan kepalanya sedikit. Gerakan itu kaku, disertai bunyi
Última actualización : 2026-02-27 Leer más