“Ukh.” Esther memejamkan mata saat tiba-tiba seseorang menyambar batang lehernya hingga menghantam dinding. Matanya membulat. ‘Ada pembunuh di ruang kerja William?!’ Napasnya mulai tercekat, tangannya mencakar-cakar udara, mencari pertolongan, tidak ada suara yang keluar dari mulutnya, dan napasnya benar-benar sudah di ujung tenggorokan. Ia mencengkeram pergelangan tangan orang yang mencekik lehernya, mengumpulkan tenaga. Sepersekian detik sebelum memberontak lagi, orang itu mendekatkan wajahnya. Terdengar suara geraman rendah yang nyaris tak terdengar, napas yang memburu dan aroma alkohol yang menyengat.Esther membeku seketika. “Baginda?!” ia terkejut, bahwa orang yang menyerangnya ini adalah orang yang tengah ia cari. Cengekeraman di lehernya melunak sedikit.“Baginda, lepaskan! Saya kehabisan napas!” Esther segera meronta, suaranya melengking membelah gema ruangan tertutup ini. William terhenti, ia menatap baik-baik siapa sosok di depannya. Ia melepaskan cengkeraman kedua tanga
최신 업데이트 : 2026-01-31 더 보기