Home / Fantasi / Transmigrasi: Menjadi Permaisuri Terbuang / Bab 018 : Archie Calius Luthadel

Share

Bab 018 : Archie Calius Luthadel

Author: Xiao Chuhe
last update publish date: 2026-02-03 12:48:51

Pemuda jangkung dengan jas putih itu perlahan berdiri dan membungkuk, memperkenalkan diri secara resmi.

“Salam kepada Matahari Kekaisaran, Yang Mulia Permaisuri yang dihormati, saya Archie Calius Luthadel. Putra Kedua Keluarga Luthadel, seorang mahasiswa kedokteran di Universitas Misest.”

Esther tertegun sejenak. Pria yang tampak seperti seumuran dengannya ini menatapnya dengan wajah serius, terlihat jelas bahwa ia memiliki watak yang cukup keras kepala dan sedikit ambisi.

“Sementara nama yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi: Menjadi Permaisuri Terbuang   Bab 186 : Asal Bicara

    Tok. Tok. Marianne melongok di pintu ruang tamu, ia melihat Esther duduk sendirian di sana, menatap ke arahnya terkejut. "Marianne!" Esther berdiri dengan antusias.Marianne berjalan masuk dengan wajah nyengir lebar. "Maaf, ya, datang tanpa memberitahumu. Seharusnya di saat seperti ini kau harus membatasi orang-orang yang menemuimu …, tapi tak perlu khawatir, aku juga melakukan prosedur ketat dengan memeriksakan kesehatanku secara rutin dan aku sangat sehat." Esther terkekeh geli, ia mempersilakan Marianne masuk dan berkata tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. "Apa yang membawamu datang jauh-jauh, Marianne?"Marianne tersipu sambil memalingkan wajahnya. Dengan nada ketus, ia menjawab, "Memangnya salah kalau seorang kakak mengunjungi adiknya?"Esther tertawa kecil. "Tapi kau bukan orang yang akan mengunjungi suatu tempat tanpa tujuan yang jelas. Menemuiku pun, biasanya selalu ada tujuan di baliknya, kan?"Marianne menggeram pelan. "Kau terlalu memahamiku ….""Hahaha, apakah ini ten

  • Transmigrasi: Menjadi Permaisuri Terbuang   Bab 185 : Kapan Menikah?

    "Ehm." Alex berdeham sambil menutupi mulutnya, ia memalingkan wajah ke samping begitu melihat Raymond berhadapan dengan Marianne. Sedangkan Raymond hanya berdiri diam tanpa mengalihkan pandangannya dari wanita itu selama beberapa saat. Marianne tiba-tiba melakukan curtsy dengan anggun di depan Raymond. Dengan senyum hangatnyabyang khas, ia menyapa. "Selamat siang, Yang Mulia Duke. Apakah Anda baru saja menyelesaikan urusan dengan Yang Mulia Permaisuri? Kelihatannya suasana hati Anda membaik."Raymond terdikit terkejut mendengar respon tak terduga itu. Ia menyisir rambutnya ke belakang dengan seringai tipis. "Ya. Jauh lebih baik setelah menyelesaikan masalah itu. Anda sendiri …?"Marianne menelan ludah, ia sedikit menghindari tatapan Raymond. "Sa-saya memiliki jadwal pertemuan dengan Yang Mulia Permaisuri." Raymond melambaikan tangan dan berlalu meninggalkannya. "Baiklah. Selamat bersenang-senang." Alex mengikuti majikannya dengan bingung. Sementara jauh di belakang sana, Marianne

  • Transmigrasi: Menjadi Permaisuri Terbuang   Bab 184 : Tidak Cocok Berada di Ravenshire

    "Yang Mulia." Emma mengetuk pintu ruang kerja Esther beberapa kali sebelum membukanya dan masuk."Ya?" Esther meletakkan penanya.Emma berjalan masuk dan berdiri di dapan meja kerjanya, ia membungkuk pelan sebelum berbicara. "Yang Mulia Duke Luthadel telah tiba di Istana."Esther tersenyum senang mendengarnya. "Sungguh? Antar dia ke ruang tamu, hidangkan teh yang disukainya. Ah, camilan untukku …." Emma mengangguk antusias. "Baik, Yang Mulia."Baginya, tidak ada hal yang lebih membahagiakan daripada suasana hati Esther yang sedang baik.Kedatangan Raymond kali ini benar-benar dinanti-nanti oleh Esther. Karena tidak ada kesempatan di hari pelantikan itu untuk langsung menemuinya dan mengobrol panjang, ia memutuskan untuk memberinya undangan untuk datang sebagai tamu keesokan harinya. Esther menyelesaikan beberapa dokumen lagi sebelum menyusul ke ruang tamu untuk menemui Raymond. Lalu ia bergegas keluar dari ruang kerja dan berpapasan dengan seorang pelayan. "Tolong panggilkan Baldwi

  • Transmigrasi: Menjadi Permaisuri Terbuang   Bab 183 : Wanita yang Disukai Raymond

    "Kau …, akan menikah dengan seorang Tuan Putri, ya?!" Marianne berseru ketus dengan mata tajam.Raymond mengernyit jengkel. "Hah? Apa yang kau bicarakan?" Marianne tertunduk, raut wajahnya terlihat kesal. "Esther bilang, kau menerima surat dari Ratu Vesperia, kan? Kau akan dijodohkan dengan adik iparnya, kan? Kau akan menikah dengan putri bernama Elaina itu?""Hei, bisakah jangan menanyakan sesuatu secara beruntun seperti itu? Kau pikir aku punya waktu untuk menjawabnya? Lagi pula, semuanya tidak benar. Aku tidak berencana menerima tawaran itu." Kepala Marianne kembali terangkat. Matanya berbinar bulat. "Sungguh? Tapi, kau yakin tidak masalah menolaknya? Kau memang belum menikah dan sedang membutuhkan pendamping, kan? Kudengar Elaina itu sangat sempurna baik fisik maupun kecerdasan. Menikah dengannya sama sekali tidak merugikan bagi orang perhitungan sepertimu. Lalu …." Celotehan Marianne terhenti mendadak. Hal itu membuat Raymond sempat memiringkan kepalanya karena penasaran. Apa

  • Transmigrasi: Menjadi Permaisuri Terbuang   Bab 182 : Menikah Dengan Seorang Tuan Putri?!

    William mengembuskan napas berat. "Vesperia, ya …. Kau benar bahwa mereka memiliki tanah yang subur dan merupakan habitat utama banyak tumbuhan obat. Mendapat pasokan langsung dari kebunnya akan mendapatkan hasil yang lebih baik.""Kau khawatir dengan surat yang dikirimkan Ratu Vesperia?" Esther bertanya dengan senyum hangat. William mengangguk tipis. "Raymond belum memberikan balasannya. Tapi …, aku memiliki keyakinan kalau dia akan memutuskan untuk menolak perjodohan itu. Dia selalu memiliki watak yang keras dan teguh pada pendiriannya. Ini akan sulit." "Kalau begitu, bisakah aku yang mengurus bagian ini? Pelantikannya hanya tersisa satu hari lagi, kan? Aku akan mengatur jadwal untuk bertemu dengannya setelah pelantikan. Dan meminta keputusannya mengenai hal tersebut.""Yang perlu Liam lakukan, cukup mempersiapkan pelantikan itu dan membuat aturan baru yang berkaitan dengan wabah.""Aku ingin jalan-jalan utama ditutup, gerbang kota ditutup, Ibukota harus benar-benar terisolasi aga

  • Transmigrasi: Menjadi Permaisuri Terbuang   Bab 181 : "Liam."

    Bruk. William meletakkan buku besar itu di depannya. Harold Lambert membulatkan mata dengan panik. Ia tidak menyangka William akan sampai memiliki benda itu. "Melihat dari reaksimu, sepertinya kau tahu ini buku apa, ya?" William menaikkan sebelah alis. "Karena kau tahu ini buku apa, artinya kau juga tahu apa yang akan kukatakan, kan?" "Harold Lambert. Mulutmu yang berkata bahwa kau melakukannya seorang diri dan menolak mengakui pengkhianatanmu terhadap Ravenshire, menjadi omong kosong dan kebohongan yang buruk di hadapan buku ini."Harold Lambert mengepalkan tangannya yang gemetar. Ia tidak bisa menyangkal lagi. Dengan keberadaan buku tersebut, bukti kejahatannya jelas. Mustahil ia bisa lolos. "Terdapat tiga nama mencurigakan di dalam buku ini, Harold Lambert. Sekarang, sedang dilakukan penyelidikan mengenai tiga nama itu. Tapi tim penyelidik tidak bisa menemukan latar belakang orang-orang ini. Menariknya, nama keluarganya tidak terdaftar sebagai rakyat Ravenshire.""Jadi kemungk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status