Sinar matahari pagi yang hangat perlahan menerobos masuk melalui celah jendela kamar William. Cahaya yang masuk itu membuat William yang baru saja membuka matanya, menyipitkan matanya sejenak, beradaptasi dengan kecerahan sekitar. Ia mengangkat tangannya pelan, tidak lagi gemetar dan ia bisa bergerak meski masih sedikit merasa lemas. Demam yang sempat membakar tubuhnya pun benar-benar surut dan tak terasa lagi. Ia berbaring miring, menatap Esther yang tidur di sampingnya dengan posisi berbaring miring ke arahnya. Ia mengulas senyum, tangannya bergerak memainkan ujung rambut Esther yang panjang. Rasanya mungkin masih seperti mimpi, tapi Esther benar-benar nyata berada di kamarnya. William bersyukur dalam banyak hal. Ia mengusap pelan dahi Esther, merapikan rambut yang menutupi wajahnya. Berapa lama pun dilihat, ia masih belum merasa puas.Esther membuka matanya karena rasa geli yang mengganggu itu. Matanya terbuka perlahan, dan wajah William tepat berada di depannya. "Ngh? Kau s
Last Updated : 2026-07-03 Read more