Wajah Anne meremang ketika dia ingat bagaimana sikap Zion membelanya tadi siang. Diam-diam, lengkungan kecil tercipta di wajahnya. Anne merenung. Ternyata, memang menyenangkan jika seseorang berdiri untuk membelamu.Walau dia tahu jika mungkin saja Zion hanya menjalankan perannya. Tapi, saat ini, tidak ada salahnya menggenggam kebahagiaan semu itu, kan? Kalau tiba waktunya untuk melepas, Anne pasti akan melepasnya.Dia menatap susu hangat di tangannya. Anne tidak tahu kebiasaan malam Zion, tapi sejak tadi, pria itu berkutat di ruang kerjanya. Mungkin, segelas susu hangat bisa sedikit meregangkan otot-ototnya setelah berjam-jam di depan layar komputer.Anne mengetuk pintu sebanyak tiga kali, dan mendengar suara Zion dari dalam. Dia memutar daun pintu, mendapati Zion memakai kaca mata dan fokus pada layar laptop. Dia bahkan tidak meluangkan waktu untuk melihat Anne.Dia pasti sangat sibuk, batin Anne.“Aku mengantar susu untukmu,” ujar Anne pelan dan hati-hati, sambil meletakkan gelas d
Read more