Gerimis tipis masih menggantung di udara ketika Mia mendorong pintu restoran dan masuk ke dalamnya.Dia merapatkan longcoat yang membalut tubuhnya, mengibaskan sisa rintik hujan yang menempel di bahunya, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tempatnya tidak terlalu ramai untuk malam seperti ini, hanya beberapa pasang tamu yang berbicara pelan di meja masing-masing, dan aroma kopi yang mengambang di udara hangat.Asher mengangkat tangan dari meja di sudut ruangan. Mia menemukannya dengan cepat, lalu berjalan ke sana dengan langkah yang lebih tegas dari yang seharusnya, seolah ingin membuktikan bahwa dia datang bukan karena mau, melainkan karena terpaksa.Dia meletakkan tasnya ke belakang kursi dengan bunyi yang cukup keras, duduk, dan langsung bicara tanpa basa-basi."Kau pesan saja makanannya. Setelah ini tidak ada lagi hutang di antara kita, dan kita tidak perlu bertemu lagi!"Asher menatapnya sebentar, lalu menyeringai kecil. "Kau menyesal mengajakku makan?""Aku menyesal
Read more