"Celestine, tunggu sebentar." Suara Julian bergema di koridor panjang yang sunyi, memantul pada dinding-dinding marmer istana yang dingin setelah rapat Dewan Aristokrat berakhir.Langkah kaki Celestine terhenti, namun ia tidak segera berbalik, membiarkan keheningan yang menyesakkan menyelimuti ruang di antara mereka. Julian melangkah maju, mengatur raut wajahnya agar tampak seperti sosok kawan lama yang penuh keprihatinan, sebuah topeng kasih sayang palsu yang telah ia asah selama bertahun-tahun untuk menjerat hati sang Mawar Perak."Ayo taktik apa lagi yang ingin Kau lakukan padaku setelah menunjukan taringmu sendiri, julian?" Celestine bergumam dalam hati dengan perasaan jengkel. Sekarang, dirinya sudah sangat yakin, bahwa penyebab kematian Celestine adalah pria yang sekarang ada di dihadapannya ini. Provokasi dan Manipulasi Julian lah yang membunuh Celestine perlahan. Membuat dirinya terlihat bodoh dan menyeramkan dimata awam, terutama di mata Alaric. Kemudian dirinya terbunuh kar
Magbasa pa