Musik waltz mengalun megah, memenuhi setiap sudut aula istana yang bersimbah cahaya. Di tengah lantai dansa, Alaric bergerak dengan keanggunan seorang pemangsa yang terlatih, memandu Seraphina dalam putaran yang sempurna. Seraphina, yang merasa seolah sedang hidup dalam mimpi paling indah, tersenyum dengan binar mata amber yang menyilaukan. Namun, bagi Alaric, pendaran biru pucat dari gaun Moonlight Veil dan aroma mawar yang memabukkan itu tiba-tiba terasa seperti kebisingan yang mengganggu.Pandangan Alaric tidak tertuju pada gadis di pelukannya. Matanya, tajam dan gelisah, terus memindai kerumunan, mencari sosok wanita bergaun biru muda yang tadi dengan begitu berani mendorongnya ke arah wanita lain.Setiap putaran dansa hanya membuat Alaric semakin murka. Ia melihat Celestine di sudut ruangan, tampak begitu santai menyesap minumannya yang kemudian seperti bersiap ingin pergi dari sudut ruangan itu, seolah-olah keberadaan Alaric dengan Cahaya Kuil ini tidak lebih menarik daripada c
Read more