Dansa yang penuh keterpaksaan itu akhirnya berakhir saat nada terakhir orkestra memudar ke dalam kesunyian yang mencekam. Alaric melepaskan pinggang Celestine, namun matanya tetap mengunci wanita itu dengan intensitas yang seolah bisa membakar kulitnya. Ia tampak puas, seperti seorang pemenang yang baru saja menancapkan benderanya di wilayah taklukan.Namun, Celestine bukan lagi wanita yang akan menunduk layu setelah dipermalukan.Menyadari seluruh mata bangsawan masih tertuju pada mereka, Celestine tidak mundur. Ia justru melangkah maju satu inci, mempersempit jarak hingga Alaric bisa mencium aroma tipis bunga mawar dan ramuan botani dari tubuhnya. Celestine berjinjit sedikit, mendekatkan bibirnya tepat di samping telinga sang Pangeran."Anda merasa sudah menang, Yang Mulia?" bisik Celestine, suaranya sedingin es namun setajam belati. "Bagi saya, Anda hanyalah seorang pria menyedihkan yang tidak mampu mendapatkan seorang wanita dengan cara terhormat, sehingga Anda harus mencurinya m
آخر تحديث : 2026-02-01 اقرأ المزيد