"Sekarang kau sudah melihat rahasiaku, Caelum Devereux. Pilihlah sekarang... kau ingin menjadi ksatria yang menjaga rahasia ini, atau kau ingin menjadi orang pertama yang aku hancurkan dengan kekuatan ini?" Napas Celestine terasa seperti serpihan es yang menyayat paru-parunya. Ia bersandar berat pada lengan Caelum, membiarkan ksatria itu menopang tubuhnya agar tidak ambruk ke tanah yang lembap. Meski tubuhnya menggigil hebat, mata ungu amethyst miliknya tetap terkunci pada Caelum, menunggu jawaban atas ancaman dan tawaran yang baru saja ia lontarkan. Caelum terdiam, matanya masih terpaku pada cahaya hijau dan ungu redup yang memudar di punggung Celestine. Sebagai putra kedua yang terbuang, ia telah melihat banyak hal di medan perang, namun melihat manifestasi fisik dari sihir kuno yang melegenda adalah sesuatu yang berbeda. Ia mendengus, suaranya rendah, ada nada hormat yang tidak sengaja menyelinap masuk. "Hahhh, Anda mempertaruhkan nyawa Anda untuk menunjukkan ini pada saya, L
آخر تحديث : 2026-01-24 اقرأ المزيد