"Hai!" sapa seorang wanita berpawakan tinggi. "Beruntung sekali aku bisa menemukan kalian bertiga di sini." Senyumnya begitu cerah, seolah tidak pernah melakukan hal buruk dalam hidupnya.Galen, Glen dan Silvia seketika tersadar bahwa wanita yang mereka lihat benar-benar nyata."Ah, aku lupa jika sekarang ada janji," ujar Galen. Ia segera membalikkan badan dan meninggalkan tempat itu tanpa menoleh kembali."Sebentar lagi aku ada kelas," ucap Glen sebelum menyusul kembarannya.Silvia tercengang dengan kepergian dua sepupu kembarnya yang selalu meninggalkan dirinya sendiri dalam situasi sulit dan menakutkan. Seperti saat ini, Silvia dihadapkan dengan seorang wanita yang sangat menakutkan baginya. Dan kini, ia merasa sulit pergi dari hadapan wanita itu."A-aku ... mau ...." Suaranya gugup. Jari telunjuknya mengarah ke kiri dan ke kanan bersamaan dengan pandangannya, layaknya seorang yang sedang kebingungan.Wanita itu menarik tangan Silvia. "Mau ke mana, SIlvia?" tanyanya sambil tersenyu
Last Updated : 2026-07-26 Read more