"Papa?" Dahi Leon mengernyit. Tatapan matanya menyiratkan banyak pertanyaan. "Kenapa Papa harus mendonorkan darahnya pada Lily, Ma?" tanyanya menyelidik.Tepat pada saat itu Leon merasakan getaran dari saku celananya. tanpa menunggu lama ia segera mengambil ponselnya. 'Leon, Lily sudah masuk ruang operasi!'Seketika Leon berdiri dari kursi yang ada di dekat ranjang pasien. Pandangan matanya mengarah pada Marina yang juga sedang menatapnya seolah menunggu penjelasan darinya."Ma, aku harus ke sana. Lily akan segera dioperasi," ucapnya setelah menyuadhi panggilan telpon dari Manda."Daniel," ucap wanita paruh baya itu terbata-bata. Leon menunggu dengan tidak sabar ucapan Marina yang selanjutnya. "Lily adalah anaknya," sambungnya dengan susah payah. "Dia adikmu, Leon."Bagaikan tersambar petir di siang bolong. Ucapan Marina membuka fakta baru yang membuatnya ingin mencari tahu lebih banyak lagi. Namun, waktu tidak berpihak padanya saat ini. Leon harus bergegas ke ruang operasi untuk m
Last Updated : 2026-08-05 Read more