"Dara, nggak usah ya. Simpan aja tenagamu buat aktivitas hari ini. Mas beneran lagi nggak mood buat begituan sekarang," kata Pram sambil menepis pelan tangan Dara yang sudah mulai merayap liar di atas pahanya.Dara seketika memundurkan duduknya kembali ke posisi semula. Wajahnya yang tegas mendadak berubah murung, bibirnya ditekuk kebawah dengan raut kecewa. "Kenapa sih, Mas? Kok ditolak mentah-mentah gitu? Apa karena servis mulut aku kemarin-kemarin kurang enak ya? Atau Mas bosen sama aku?"Pram menghela napas panjang, ia melirik sekilas ke arah Dara yang nampak sangat tersinggung. "Bukan gitu, Dara. Kamu itu hebat, aku selalu suka cara kamu pakai bibir kamu itu. Tapi jujur, Mas lagi nggak mood aja. Pikiranku masih ke mana-mana, badan juga rasanya nggak enak."Dara terdiam sejenak, ia merapikan blazernya yang sedikit terbuka memperlihatkan renda penyangga dadanya yang menggoda. "Terus, apa yang bisa bikin mood Mas Pram membaik lagi? Ak
Last Updated : 2026-03-11 Read more