"Tari, udah ah, kamu bobok aja. Mas beneran capek, besok kan masih ada waktu buat main lagi kalau kamu emang belum puas," bisik Pram sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang masih polos di balik kain.Tari merengut manja, namun ia tidak membantah. Gadis itu justru merangsek masuk ke dalam pelukan hangat Pram, melingkarkan kaki mulusnya di pinggang pria itu. Mereka pun saling membelit lidah dalam ciuman yang sangat dalam dan lembut, sebuah pagutan panjang yang penuh dengan rasa kantuk sekaligus sisa gairah. Bibir mereka seolah enggan terpisah, bahkan hingga kesadaran mereka perlahan hilang, keduanya tertidur dengan posisi bibir masih menempel satu sama lain dalam keheningan malam kosan tersebut.—Pagi harinya, saat cahaya matahari mulai mengintip dari celah gorden, Pram terjaga karena merasakan sensasi aneh yang luar biasa nikmat di bagian bawah tubuhnya. Sesuatu yang hangat, basah, dan sangat pas sedang menyelimuti mercusuarnya. Begitu ia membuka mata dan menyibak
อ่านเพิ่มเติม