"Dara, kalau aku tahu dia di mana, buat apa juga ditutup-tutupi? Nggak ada untungnya buat Mas," jawab Pram dengan nada setenang mungkin, meski di balik kemejanya, jantungnya masih berdegup kencang.Dara menatap mata Pram cukup lama, mencoba mencari celah kebohongan di sana. Namun, ketenangan Pram nampaknya cukup meyakinkan. Akhirnya, wanita tegas itu menghela napas panjang dan menyandarkan kepalanya di jok. "Iya juga sih. Ya udah, aku cuma penasaran aja kok karena Ibu juga nanyain terus soal itu."Mobil mini itu akhirnya membelah kesunyian malam dan masuk ke halaman luas rumah mewah milik Sisil. Begitu mesin dimatikan, Dara tidak langsung turun. Ia mendekat ke arah Pram, memberikan sebuah kecupan hangat yang cukup lama di pipi pria itu. "Makasih buat semuanya hari ini, Mas Pram. Tidur yang nyenyak ya," bisiknya manja sebelum membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam rumah utama.Setelah memastikan mobil terkunci dan keadaan aman, Pram melangkah gontai menuju rumah kecilnya yang
อ่านเพิ่มเติม