Pram justru terbahak melihat pemandangan itu, tawanya terdengar sangat lepas seolah benar-benar menikmati kekacauan kecil yang ia ciptakan. Ia meletakkan piringnya, menatap Bunga dengan tatapan jenaka yang penuh kemenangan, sementara jempolnya di balik saku celana masih mengelus permukaan remot yang mematikan itu."Gimana, Nga, seger airnya?" tanya Pram sembari menyeringai nakal."Mas Pram! Non Bunga ini lagi syok, kok malah diledekin gitu sih. Kasihan dong," tegur Bi Surti sembari memberikan tatapan tidak setuju pada Pram."Habisnya, udah gede kok masih suka mainan air," jawab Pram santai sembari menyengir ke arah Bunga yang kini sedang berusaha mengatur napasnya agar tidak terdengar mendesah di depan kakak-kakaknya."Udah, Bi, nggak apa-apa kok. Aku yang salah karena tadi bener-bener nggak hati-hati pas megang gelas," kata Bunga menengahi dengan suara yang masih sedikit bergetar. Ia melirik tajam ke arah saku celana Pram, seolah memberikan peringatan agar pria itu tidak menekan to
Magbasa pa