"Gimana itu caranya, Mas? Jangan bikin aku makin bingung dan takut dong," tanya Dara penasaran, matanya menatap tajam ke arah Pram seolah mencari kejujuran di balik raut wajah pria itu.Pram menarik napas panjang, lalu membisikkan sesuatu yang membuat jantung Dara seolah berhenti berdetak. "Aku curiga kalau Ibu kamu diracun sama mereka, Ra. Kondisi lumpuhnya ini nggak alami.""Apaaa?! Kamu yakin, Mas? Jangan asal tuduh, ini masalah berat!" seru Dara dengan suara tertahan, wajahnya seketika pucat pasi."Itulah kenapa aku kemarin ngeyel banget sama pak dokter tua itu. Soalnya aku udah curiga sama kondisi Ibu kamu yang nggak lazim. Masa organ dalam sehat semua tapi badan kaku kayak patung? Tadi di rumah, aku udah berpikir lebih dalam, dan dari kesimpulanku… bener-bener ada yang nggak beres," jelas Pram dengan nada serius.Dara masih nampak ragu, ia menggigit bibir bawahnya yang ranum. "Lalu apa rencana kamu, Mas? Kita nggak punya bukti kuat buat lapor polisi sekarang.""Nyembuhin Ibu kam
Magbasa pa