"Iyahhh, Mass. Ahh ahh ahhh. Ini geter banget di dalem sini. Ohhh shhhh. Rasanya kayak dikerubungi lebahhhhh di dalem ini, Masss... Ahhh ahhhh hhhh hmmm!" rintih Bunga dengan suara yang tertahan di tenggorokan. Tubuhnya yang melengkung di atas meja teras bergetar hebat mengikuti irama alat yang masih dipacu Pram lewat remot di tangannya.Pram membungkuk, menempelkan dadanya yang bidang ke punggung polos Bunga, sambil terus memberikan dorongan-dorongan pendek namun sangat bertenaga. "Jangan kenceng-kenceng kalau teriak, Nga. Nanti kalau ada yang bangun, urusan kita bisa amburadul semua. Fokus aja kendalikan suara kamu, Hmmm," bisik Pram tepat di lubang telinga Bunga yang sudah memerah panas."Hhhh ahhhh. Habisnyaaa... Ahh ahhh ini enak bangettt, Masss, ahhhh ahhhh. Nggak bisa nahan suaranya," balas Bunga parau. Matanya terpejam rapat, tangannya meremas pinggiran meja kayu itu dengan sangat kuat hingga menimbulkan suara berderit.Pram tidak mempedulikan rengekan itu dan justru terus
Magbasa pa