“Sinar? Kamu turun juga akhirnya. Dia namanya Pram, mantan pelayan Sisil yang lagi cuti karena kaki kirinya habis patah,” terang Daniah.“Iya, tadi aku nyuruh dia buat lanjut kerja disini kalau udah sembuh. Dia kayaknya bagus kerjanya,” timpal Bondan.Sinar mendekati posisi Pram, memperhatikan wajah dan tubuh pria itu dari jarak yang lebih dekat.Pram bisa menghirup aroma wangi parfum Sinar yang kini berada di hadapannya.“Ohh, jadi ini pelayannya Kak Sisil. Kayaknya cukup kuat ya?“ ujar Sinar sambil terus menatap lengan kekar dan dada bidang Pram.“Kamu kapan mulai bisa kerja lagi, Pram?“ lanjut Sinar yang mulai tertarik pada sosok Pram."Eh, maaf sebelumnya. Mungkin saya perlu kontrol ke dokter dulu untuk memastikan kondisi kaki kiri saya ini, Pak, Bu. Soalnya di dalam sini masih ada pen-nya, takutnya kalau dipaksa kerja berat malah geser dan infeksi," ucap Pram sembari menepuk pelan paha kirinya, memasang raut wajah meringis seolah masih merasakan sisa-sisa nyeri yang hebat."Ya, k
Mehr lesen