"Sakit ...."Di dalam bangsal, Dwight tiba-tiba menggeliat sedikit dengan wajah kesakitan. Gerakan kecil itu langsung membuat dua orang yang duduk di kursi tegang dan berdiri bersamaan. "Ada apa, Dwight? Bagian mana yang nggak nyaman?"Dwight menggeleng pelan dengan wajah pucat, lalu berkata, "Aku nggak apa-apa, Ayah, Ibu. Kalian juga pergi jenguk Kakak. Bagaimanapun, dia sering bilang kalian nggak peduli sama dia ...."Baru saja sembuh dari penyakit berat, Dwight sudah terus-menerus membicarakanku. Ayah dan ibu semakin tidak senang, terutama ayahku yang maju menuangkan segelas air untuknya sambil berkata, "Dwight, kamu ini terlalu pengertian. Karena itulah, kakakmu jadi makin keterlaluan dan membuatmu terus menerima penderitaan."Ibuku juga ikut menimpali, "Iya, Ayah dan Ibu masih hidup sekarang. Tapi kalau suatu hari nanti kami berdua sudah nggak ada, bagaimana nasibmu?"Selesai berkata demikian, dia meneteskan beberapa tetes air mata karena iba.Ucapan Dwight itu memang sejak awal b
Read more