LOGINAdikku menderita kanker ginjal stadium akhir, dan ayah serta ibu menuntutku untuk mendonorkan ginjalku padanya. Aku bilang aku hanya punya satu ginjal, kalau diambil aku akan mati. Namun, mereka bukan hanya tidak percaya, mereka malah langsung mengikatku di meja operasi "Cuma ambil satu ginjalmu saja, kenapa kamu egois sekali?" Mereka tidak tahu, aku tidak berbohong. Saat ayah mengalami kecelakaan mobil dulu, aku sudah mendonorkan satu ginjalku.
View MoreSetelahnya, melalui bukti yang dikumpulkan oleh Sissy, Dwight dijatuhi hukuman karena pembunuhan berencana dan perdagangan organ manusia. Karena beberapa kejahatan digabungkan, dia langsung divonis penjara seumur hidup.Sementara itu, ayah dan ibuku memang berhasil diselamatkan tepat waktu. Namun karena usia mereka sudah lanjut dan mereka mengalami syok yang terlalu besar, meski nyawa mereka tertolong, mereka tetap mengalami strok otak dan menjadi lumpuh. Selain masih memiliki kesadaran secara samar-samar, pada dasarnya mereka tidak berbeda dengan orang yang telah meninggal.Kerabat dan teman-teman sudah mengetahui perbuatan menjijikkan yang mereka lakukan, tidak ada satu pun yang mau mengurus mereka. Setelah dipulangkan dari rumah sakit karena menunggak biaya, petugas komunitas hanya sesekali datang melihat dan menyuapi beberapa sendok makanan untuk memastikan mereka masih memiliki tanda-tanda kehidupan.Pada hari putusan pengadilan Dwight, Sissy datang ke rumah untuk menjenguk mereka
Begitu melihat polisi, Dwight langsung berusaha kabur ke arah pintu. Sayangnya, tubuhnya yang kurus jelas bukan tandingan polisi yang terlatih.Dalam hitungan detik dia sudah ditangkap dan dikendalikan. Dengan mata memerah, dia menatap Sissy sambil berteriak, "Perempuan jalang. Memangnya kamu siapa, berani-beraninya menangkapku? Lepaskan aku."Sissy melangkah maju tanpa ragu dan langsung menamparnya dua kali. Tamparan itu membuatnya pusing sampai tidak sanggup berkata apa-apa.Menatap ayah dan ibu yang terpaku di tempat, Sissy hampir muntah menahan jijik saat berbicara pada mereka, "Dwight sudah lama tahu Dwayne akan mati. Dia bahkan menghubungi sindikat perdagangan organ dan menunggu di rumah duka. Kalau aku nggak datang tepat waktu, mungkin Dwayne bahkan nggak akan tersisa utuh."Ayahku menatap Dwight dengan ekspresi kosong, hanya mampu mengulang satu kalimat, "Ini nggak mungkin ... ini nggak mungkin .... Dwight anak penurut, mana mungkin dia melakukan hal sekeji ini."Menyadari bahw
Begitu berkas di tangannya dibanting keras ke atas meja, wakil direktur rumah sakit menunjuk mereka sambil menahan amarah dan berkata, "Ini adalah rekam medis lengkap putra kalian. Setelah membacanya, kalian akan tahu kenapa operasi pengangkatan satu ginjal saja bisa merenggut nyawanya."Ayahku mengambil berkas itu dari meja dengan sikap meremehkan, membukanya sekilas lalu berkata dengan sinis, "Rumah sakit kalian pasti sudah mengutak-atik rekam medisnya. Kalian kira kami nggak paham, ya?"Sambil berkata demikian, dia menyipitkan mata dan membaca isinya dengan lebih teliti. Saat matanya menangkap satu baris bertuliskan "Pasien hanya memiliki satu ginjal. Jika operasi tetap dipaksakan, akan ada risiko kematian", wajah ayahku langsung berseri seolah menemukan bukti besar."Kalian memang licik. Dia nggak mungkin cuma punya satu ginjal. Bohong saja kalian juga nggak becus."Usai bicara, dia menoleh dengan penuh percaya diri ke arah ibuku. Keduanya seolah sudah melihat uang ganti rugi dalam
Rumah sakit tetap sibuk seperti biasa. Setiap hari begitu banyak orang datang berobat, dirawat, lalu keluar masuk rumah sakit. Dokter dan perawat sama sekali tidak mungkin mengingat mereka. Karena itu, ketika tiga orang itu masuk ke rumah sakit, tidak ada seorang pun yang memperhatikan mereka.Melihat kerumunan orang yang lalu-lalang di depan mata, ayahku mengeluarkan sesuatu dari dalam tas dan menggenggamnya erat. Lalu dia memberi isyarat pada ibuku. Ibuku langsung paham dan mengangguk pelan, kemudian menjatuhkan diri untuk duduk di lantai dan mulai memukul-mukul lantai sambil menangis keras."Aduh. Rumah sakit busuk, kejam, dan nggak berperikemanusiaan. Anakku cuma datang untuk operasi kecil, kenapa malah mati! Pasti karena kemampuan medis kalian buruk, sampai-sampai anakku dibunuh hidup-hidup! Kembalikan anakku. Kalau nggak, aku mati saja di rumah sakit ini. Aku nggak akan pergi."Sambil berkata demimkian, dia kembali berteriak-teriak dengan suara melengking.Barulah saat itu ayahku






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.