Aditya menatap kain lap di tangannya, wajahnya menunjukkan campuran kebingungan, bengong, dan kacau. "Iya. Kalau tidak nggak, mengepel lantai, menyapu, mencuci pakaian, atau pekerjaan rumah lainnya juga boleh. Kamu lihat saja mau mengerjakan yang mana."Dia bertanya dengan tidak percaya. "Tunggu dulu, kamu beli aku hanya untuk mengerjakan pekerjaan rumah?"Aku mengedipkan mata. "Iya. Kalau nggak, untuk apa lagi?"Detik berikutnya, suara aneh di tenggorokan iblis laki-laki itu mendadak terhenti.....Benar. Aku membeli Aditya untuk membantuku mengerjakan pekerjaan rumah.Ide bagus ini kudapat secara tidak sengaja saat mendengar obrolan rekan kerja. Rekan kerjaku juga membeli iblis laki-laki lewat internet. Dia sering memuji iblis laki-laki di rumahnya yang rajin dan penurut, selalu memasak, mencuci pakaian, dan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah untuknya, sampai dia bahagia setengah mati setiap malam.Entah mengapa, rekan kerja lainnya tertawa aneh. Aku yang agak lambat menangkap maks
Magbasa pa