"Apa?" pekik Mikha. Dia yang sejak tadi berbaring dan menutup mata, kini mulai terduduk. "Apa kau bilang?" ulangnya, wajahnya lebih serius, tampak tidak percaya. "Benteng Barat sedang diserang, dan saya akan ke sana," jelas Sion sekali lagi. Jantung Mikha tidak karuan. Seperti mimpi, dia mematung sejenak, apa dia benar-benar belum bangun? Rasanya tidak nyata, baru kemarin malam dia meninggalkan benteng, dan siang ini sudah mendengar berita penyerangan. Mikha langsung mengambil jubahnya, dia berlari keluar. Tujuannya jelas, itu pasti. Keyakinan ada dalam matanya. Dia pasti secepat mungkin menunggang kuda kembali ke bentengnya. Sedangkan Aline menutup mulut, menahan napasnya, dia tidak tahu ini benar-benar terjadi. Padahal dia baru saja merasa lega, karena bersyukur semuanya baik-baik saja. Apa ini, tiba-tiba benteng diserang? Kaget yang bercampur takut tiba-tiba menguasai seluruh jiwanya. "Karena itu, saya akan ke sana. Nona, tetap di sini bersama pengawal Anda. Dia pasti bisa m
Read more