Hujan turun deras malam itu, membasahi kaca mobil hitam milik Henry Lim yang melaju membelah jalanan kota. Lampu-lampu gedung memantul samar di permukaan jalan basah, menciptakan suasana tenang tetapi menyesakkan di saat bersamaan.Di kursi penumpang, Natasha duduk diam sambil memeluk lengannya sendiri. Kepalanya masih penuh oleh kejadian beberapa jam lalu ketika ia berhasil mempermalukan Regina dan Nikita di depan para pemegang saham. Namun kemenangan itu tidak benar-benar membuat hatinya tenang.Karena perang mereka belum selesai.Dan Natasha tahu itu.Henry melirik istrinya sekilas. Wajah Natasha terlihat lelah. Ada lingkar samar di bawah matanya, tetapi perempuan itu tetap keras kepala menahan semuanya sendirian.“Kau belum makan sejak siang,” ucap Henry akhirnya memecah keheningan.Natasha menggeleng pelan. “Aku tidak lapar.”“Kau bohong.”“Aku hanya lelah.”Henry tidak menjawab lagi. Tangannya bergerak memutar setir ketika mobil memasuki area hotel mewah milik keluarga Lim.Nata
Read more