LOGINSinopsis: Cerita mengandung unsur dewasa 21+, harap bijak memilih bacaan. Setelah tragedi keluarga yang menghancurkan hidupnya, Natasha, seorang perempuan muda yang tangguh dan berbakat, terpaksa menanggung beban yang berat. Ayahnya berselingkuh, menyebabkan ibunya bunuh diri, dan meninggalkan perusahaan keluarga di ambang kebangkrutan. Dalam perjuangannya untuk bertahan hidup dan melindungi warisan keluarganya, Natasha memilih untuk hidup mandiri dan bekerja keras sebagai perancang perhiasan di perusahaan ternama, Cartier Grup. Di Cartier Grup, Natasha bertemu dengan Henry Lim, seorang bos yang keras kepala dan ambisius. Pertemuan mereka diwarnai oleh ketegangan dan kebencian yang terus berkembang. Demi menyelamatkan perusahaan keluarganya, Natasha terpaksa menerima perjodohan dengan Tristan Lim, seorang pria kaya raya yang diharapkan bisa menjadi penyelamat keuangan. Namun, nasib buruk kembali menghampirinya saat ia menemukan Tristan berselingkuh dengan adik tiri Natasha di hari pernikahan mereka. Tertekan oleh situasi dan demi menyelamatkan harga dirinya, Natasha membuat keputusan yang mengejutkan: ia menikahi Henry Lim, yang ternyata adalah paman dari Tristan. Pernikahan mereka bukanlah pernikahan yang biasa, melainkan pernikahan kontrak dengan tujuan membalas dendam dan menyelamatkan perusahaan keluarganya. Seiring berjalannya waktu, Natasha dan Henry harus berpura-pura menjadi pasangan yang sempurna di hadapan dunia, meski mereka masih menyimpan dendam di hati masing-masing. Namun, perlahan-lahan, mereka mulai melihat sisi lain dari diri masing-masing yang sebelumnya tersembunyi di balik kebencian dan ambisi.
View MorePagi itu, Natasha terbangun lebih dulu dari biasanya.Cahaya matahari menembus tirai kamar dan jatuh tepat di wajah Henry yang masih tertidur di sampingnya. Untuk beberapa detik, Natasha hanya diam memandangi pria itu. Rambut Henry sedikit berantakan, wajahnya terlihat jauh lebih tenang dibanding saat berada di kantor.Sulit dipercaya bahwa pria dingin dan menakutkan itu bisa terlihat begitu damai ketika tidur.Natasha menggigit bibir kecil.Lalu tanpa sadar, jemarinya bergerak pelan menyentuh garis rahang Henry.Namun baru saja ujung jarinya menyentuh kulit hangat pria itu—Brak!Henry tiba-tiba menangkap tangannya.Natasha terkesiap.Henry membuka mata perlahan dengan suara serak khas bangun tidur. “Mengagumiku diam-diam lagi?”Wajah Natasha langsung memerah.“A-aku tidak mengagumimu!”Henry tertawa kecil sambil menarik tubuh Natasha mendekat hingga wanita itu jatuh tepat di atas dadanya.“Kalau begitu kenapa menyentuhku pagi-pagi begini?”Natasha berusaha bangun. “Lepas, Henry. Aku
Malam di kota itu turun perlahan bersama hujan tipis yang membasahi kaca mobil hitam milik Henry Lim. Lampu jalan memantul di permukaan aspal, menciptakan garis-garis cahaya yang bergerak samar di tengah gelap. Di dalam mobil, suasana terasa jauh lebih sunyi daripada biasanya.Natasha duduk di kursi penumpang sambil memeluk dirinya sendiri. Kepalanya bersandar lemah di kaca jendela. Sejak kejadian sore tadi, ketika Regina tanpa malu kembali mengungkit kematian ibunya di depan banyak orang, ia lebih banyak diam.Henry melirik istrinya beberapa kali.Wanita itu terlihat baik-baik saja dari luar.Tapi Henry tahu… Natasha sedang menahan sesuatu.Dan itu jauh lebih berbahaya.“Apa kepalamu masih sakit?” tanya Henry akhirnya, suaranya rendah.Natasha menggeleng pelan tanpa menoleh. “Aku hanya lelah.”Jawaban sederhana.Tapi justru itu yang membuat Henry semakin tidak tenang.Ia mengenal Natasha sekarang. Wanita itu selalu bicara panjang saat marah, menangis saat sedih, dan membantah saat ke
Tangan Natasha gemetar hebat saat memegang amplop tua itu.Debu tipis masih menempel di permukaannya, seolah surat tersebut benar-benar disembunyikan selama bertahun-tahun. Tulisan tangan ibunya terlihat jelas di sana. Sedikit miring. Lembut. Sangat familiar.Untuk Natasha.Air mata langsung menggenang di pelupuk matanya.Henry berdiri di belakang Natasha tanpa bicara. Namun pria itu bisa melihat jelas bagaimana pundak istrinya mulai bergetar pelan.“Buka perlahan,” ucap Henry rendah.Natasha mengangguk kecil.Namun jujur saja, ia takut.Sangat takut.Karena surat itu mungkin akan mengubah semua hal yang selama ini ia yakini.Dengan napas tak beraturan, Natasha membuka amplop tersebut perlahan. Jemarinya hampir tak sanggup menarik kertas di dalamnya.Dan saat lembar surat itu terbuka...Aroma samar parfum ibunya masih tertinggal.Tangis Natasha pecah seketika.“Natasha sayang, Kalau kau membaca surat ini, berarti Ibu sudah tidak ada.”Tubuh Natasha langsung melemas.Henry sigap memega
Pagi datang bersama aroma kopi hangat dan cahaya matahari yang menembus tirai suite penthouse milik Henry Lim. Suasana terasa tenang, terlalu tenang dibandingkan badai yang sebenarnya sedang bergerak diam-diam di belakang mereka.Natasha membuka mata perlahan.Kepalanya terasa berat, tetapi hangat.Sangat hangat.Butuh beberapa detik sampai ia menyadari kalau dirinya sedang tidur di atas ranjang besar milik Henry, sementara lengannya melingkar di pinggang pria itu tanpa sadar.Natasha membeku.Jantungnya langsung berdetak tak karuan.Henry masih tertidur di sampingnya dengan wajah tenang yang jarang sekali terlihat. Rambut hitamnya sedikit berantakan, membuat pria dingin itu tampak lebih muda dan... terlalu tampan untuk dilihat sedekat ini.Natasha buru-buru hendak melepaskan diri, tetapi tangan Henry justru bergerak lebih cepat menarik pinggangnya kembali.“Mau ke mana?” gumam pria itu dengan suara serak khas bangun tidur.Natasha langsung salah tingkah. “A-aku cuma mau bangun.”“Mmm












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.