Langit sore menggantung kelabu di atas kota. Di ruang rapat Cartier Group, suasana masih dipenuhi kesibukan. Berkas-berkas menumpuk di atas meja, layar proyektor menampilkan grafik keuangan, dan para pengacara sibuk mencocokkan data yang baru mereka peroleh.Namun di tengah semua aktivitas itu, perhatian Henry lebih sering tertuju pada satu orang.Natasha.Wanita itu duduk di ujung meja dengan beberapa dokumen di tangannya. Wajahnya terlihat serius. Sesekali ia mencatat sesuatu, lalu berdiskusi dengan tim hukum yang sedang membantunya.Beberapa minggu lalu, Natasha mungkin akan runtuh setelah mengetahui keterlibatan ayahnya.Namun sekarang berbeda.Ia terluka. Tetapi ia tidak lagi lari dari kenyataan. Dan itu membuat Henry diam-diam bangga."Bagian ini tidak masuk akal," ujar Natasha sambil menunjuk salah satu laporan.Pengacara senior mengangguk."Kami juga menemukan kejanggalan yang sama."Natasha membaca kembali dokumen itu."Kalau dana ini dipindahkan ke perusahaan cangkang, berar
Ler mais