"Iya, Pa."Aku sengaja menjawab begitu dengan wajah yang berusaha kulihat tenang. Padahal sebenarnya, di dalam hati tentu saja jawabannya tidak. Hanya saja aku berpikir, mungkin dengan cara ini barulah Papa mau membuka mulutnya dan jujur padaku sekarang juga."Beneran, Veer?? Kamu serius, kan??"Dia menatapku lekat-lekat, matanya terbelalak sedikit. Tampak sangat ragu dan tidak percaya dengan jawabanku yang begitu cepat."Iya serius. Makanya jujur, Pa." Aku sedikit mendesaknya, nadaku terdengar tegas karena rasanya aku sudah tak sabar menunggu kebenaran itu keluar."Iya, Papa akan jujur sekarang."Papa mengangguk-angguk cepat, lalu dia menarik napas panjang seolah sedang mengumpulkan keberanian yang luar biasa."Benar, Papa memang selingkuh dengan Zahra. Tapi semua yang terjadi benar-benar karena Papa khilaf, Veer. Papa bodoh, Veer! Papa bodoh!!" teriaknya menyesali diri, memukul pelan dadanya sendiri."Papa sudah mengecewakan dan menyakiti hati Mama yang sudah menemani Papa dari nol,
Terakhir Diperbarui : 2026-04-16 Baca selengkapnya