Setibanya di restoran, aku dan Tio langsung berkeliling mencari-cari keberadaan Zahra. Langkahku cepat, nyaris setengah berlari. Setiap wanita berambut panjang yang kulihat membuatku menoleh tajam, berharap itu dia. Kami bahkan menyisir area parkiran, toilet, hingga sudut-sudut yang agak gelap di samping gedung. Tio ikut bertanya pada beberapa pelayan yang masih bertugas, tapi mereka hanya menggeleng bingung. Aku kemudian menghampiri satpam penjaga di pintu depan. “Permisi, Pak. Kami sedang mencari seorang wanita muda berusia 20 tahun, tinggi sekitar seratus enam puluh, rambut panjang, memakai gaun pengantin,” jelasku cepat, nadaku tak sabar. “Dia datang ke sini bersamaku, terus keluar katanya ingin mencari angin. Apa Bapak tau ke mana dia sekarang?” Satpam itu terdiam sambil mengernyit, segera kutunjukkan foto Zahra padanya, berharap dia tahu ke arah mana wanita itu pergi. “Maaf, Pak. Pengunjung di sini bany
Last Updated : 2026-02-12 Read more