Rasa cemas meledak hebat di dalam dadaku melihat apa yang terjadi. Tanpa membuang waktu sedetik pun, aku langsung berlari tergopoh-gopoh keluar dari ruang rawat itu, meneriakkan dokter dengan suara nyaris tercekat demi meminta pertolongan segera. "Dokter! Tolong istriku, dia pingsan, Dok!" Salah satu dokter yang tak sengaja lewat langsung datang menghampiriku, namun dia melarangku ikut masuk saat dia hendak masuk ke dalam kamar rawat itu. "Bapak sebaiknya tunggu diluar, ya. Biar saya bisa memeriksa istri Bapak dengan fokus." "Baik, Dok." Aku terpaksa menuruti perintah itu. Aku memilih menunggu di luar dengan gelisah, melangkah mondar-mandir di depan pintu kaca yang dingin itu. Dari celah kaca, aku hanya bisa menatap samar sosok Zahra yang terbaring lemah tanpa berdaya. Ting! Suara pendek dari ponselku memecah keheningan dan kecemasan yang menyelimutiku. Segera aku meraih benda pipih itu dengan tangan gemetar. Sebuah pesan masuk tertera jelas dikirimkan oleh Tio. Dengan napas te
Terakhir Diperbarui : 2026-05-10 Baca selengkapnya