“Maksudnya ke Jepang itu apa? Kabur itu solusi kamu sekarang, Ky?” desak Kael.Ryn sudah kembali ke kamarnya setelah Kylar meminta ruang untuk bicara dengan sang ayah. Kini hanya tersisa mereka berdua di ruang kerja, ruangan yang lebih tertutup, lebih sunyi, dan cukup untuk memastikan tidak ada satu pun percakapan yang keluar dari sana.Kylar menghela napas pelan, lalu menyandarkan tubuhnya, berusaha tetap tenang.“Aku rasa ini lebih baik, Pi,” jawab Kylar, suaranya rendah tapi stabil. “Kalau kita tetap di Indonesia, kemungkinan Ryn buat diserang akan jauh lebih besar.”Kael tidak menyela. Tatapannya tetap tertuju pada Kylar.Kylar melanjutkan, kali ini lebih panjang. “Papi tahu, ‘kan, pers di sini seperti apa? Kalau Ryn sampai ditanya-tanya sama mereka, didesak, dicecar di depan kamera gimana? Nggak mungkin aku ngurung dia terus di rumah.”Kalimat itu keluar lebih cepat dari yang dia rencanakan, seolah ada emosi yang ikut terselip di dalamnya.Kael memperhatikan dengan saksama.“Kala
Baca selengkapnya