“Sendirian, Ryn? Aku temenin deh.”Dan sebelum Ryn sempat menolak, Andy sudah menarik kursi di hadapannya lalu duduk dengan santai seolah mereka masih memiliki hubungan baik.Ryn langsung menatap tidak percaya.Serius? Pria ini benar-benar tidak punya kemampuan membaca situasi ya?“Jadi nggak enak kamu denger aku berantem tadi,” lanjut Andy sambil menyandarkan tubuh santai ke kursi.“Mending kamu pergi deh,” usir Ryn dingin sambil kembali meraih gelas jusnya. “Sebelum ada yang salah paham.”“Salah paham kenapa?” Andy malah terkekeh menjengkelkan. Sumpah. “Takut suami kamu cemburu?”Ryn langsung menatapnya tidak percaya. Kenapa jadi ke mana-mana?Padahal yang Ryn maksud itu jelas Acha yang baru saja keluar dari café tadi. Otak Andy sudah konslet atau bagaimana sih?“Main api itu sembunyi-sembunyi, Ryn. Nggak terang-terangan begini,” lanjut Andy enteng.Dan detik itu juga, kesabaran Ryn langsung menipis. Oh, jadi sekarang pria ini mau bicara soal main api?“Kayak kamu dulu sama Acha, ya?
Read more