Bukannya tersenyum senang, Ryn malah mengerucutkan bibir. "Mas malesin, ah!"Tawa Kylar langsung pecah. "Nggak sabaran banget Kanjeng Ratu ini." Pria itu meraih bantal kecil yang tergeletak di kursi kerjanya, lalu kembali menghampiri Ryn. "Angkat dulu kepalanya."Ryn menurut. Dia membiarkan Kylar menyelipkan bantal itu di bawah kepalanya agar posisinya lebih nyaman."Mas pasti sengaja godain aku, ‘kan?"Kylar hanya tersenyum tipis. Kedua tangan Ryn kembali dia bawa ke atas kepala perempuan itu, ditahannya di sana, sementara tubuhnya kembali mendekat hingga jarak mereka nyaris tak lagi menyisakan ruang."Sumpah ya, kamu itu ..."Kalimat Ryn kembali terputus. Kylar sekali lagi membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman, seolah tak pernah bosan.Ryn hanya bisa pasrah kembali larut dalam kelembutan yang terus diberikan pria itu. Entah sudah berapa kali bibir mereka saling bertemu, tetapi setiap kali Kylar menciumnya, rasanya selalu berbeda. Selalu berhasil membuat jantungnya berdebar lebih
Baca selengkapnya