“Ann, kita balik lagi aja deh ke kamar. Boleh minta tolong nggak beliin Spikoe? Online aja,” pinta Ryn tiba-tiba sambil berbalik dan kembali masuk ke dalam lift yang pintunya kebetulan baru terbuka.Anne yang sempat mengernyit heran tetap mengikuti atasannya tanpa banyak bertanya. Tadi Ryn terlihat begitu bersemangat ingin keluar, tapi baru beberapa menit berada di lobi, perempuan itu mendadak berubah pikiran.Anne tidak tahu apa yang dilihat Ryn, tetapi dia memilih tidak ikut campur. Mungkin atasannya memang sedang lelah atau merasa tidak enak badan.“Iya, Mbak. Nanti saya pesankan online,” jawab Anne. “Tapi Mbak nggak apa-apa, ‘kan? Kalau memang mual atau pusing, kita ke rumah sakit aja.”“Nggak kok, Ann. Aku baik-baik aja,” ucap Ryn sambil tersenyum kecil untuk menenangkan gadis itu, meskipun pikirannya masih tertinggal di lobi. Dia bahkan tidak yakin apakah pria tadi sempat melihatnya atau tidak. “Cuma tiba-tiba males keluar aja.”Lift berhenti tidak lama kemudian. Anne mengikuti
Read more