“Ann, kamu beneran nggak apa-apa kalau aku tinggal sendiri di Surabaya? Pokoknya, kalau semua kerjaan udah beres, nanti malam kamu langsung pesan tiket pulang, ya!”Ryn berpesan sambil memeriksa sekali lagi beberapa dokumen di atas meja. Anne yang sejak tadi membantunya membereskan barang-barang hanya mengangguk santai, lalu melirik ke arah kamar mandi tempat Lala masih bersiap.“Mbak tenang aja. Saya bukan anak kecil, bisa jaga diri sendiri. Lagian, saya malah lebih kasihan sama teman Mbak kalau harus pulang sendiri ke Jakarta, lagi hamil pula,” ujar Anne menenangkan.Keputusan Ryn untuk pulang hari itu sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar mendadak. Sejak malam sebelumnya, setelah memergoki Niels bersama perempuan lain dan menyaksikan sendiri bagaimana Lala hancur, Ryn sudah berniat menemani sahabatnya kembali ke Jakarta.Dia tidak tega membiarkan Lala pulang sendirian dalam keadaan seperti itu, apalagi perempuan itu sedang hamil besar dan baru saja mengalami sesuatu yang cukup
Read more