“Aku nggak bilang gitu.” Kylar tidak mengangkat kepala dari dokumen di hadapannya. Lagi-lagi, dia tidak mengiyakan, tetapi juga tidak benar-benar membantah. “Kamu pulang aja. Aku bentar lagi ada meeting.”“Huh?” Alis Ryn langsung berkerut. Jujur saja, dia ingin mendebat sikap suaminya yang terasa aneh sejak tadi.Namun, teringat ucapan Leon bahwa Kylar sempat mengamuk saat meeting pagi tadi, Ryn akhirnya mengurungkan niatnya. Mungkin memang bukan waktu yang tepat untuk mengganggunya.“Ya udah, deh. Kalau aku ganggu, aku pulang aja.”Ryn bangkit dari sofa, mengambil tasnya, lalu berjalan menuju pintu. Biasanya, bahkan ketika sedang sibuk sekalipun, Kylar akan menyempatkan diri menghampiri. Minimal mengingatkan agar dia hati-hati, mencium keningnya, atau mengusap perutnya sambil bertanya keadaan dua anak mereka.Namun, kali ini tidak ada satu pun. Kylar hanya mengikuti kepergian istrinya dengan pandangan dari balik meja, lalu mengembuskan napas kasar setelah pintu tertutup.Ryn sendiri b
Read more