“Pada hobi banget sih bikin aku jantungan!”Ryn tidak benar-benar bermaksud berteriak, tetapi kepanikan yang sejak tadi menumpuk membuat suaranya terdengar jauh lebih keras daripada yang dia inginkan.Kylar sudah sadar di ranjang sebelahnya, dengan infus terpasang di tangan dan wajah yang masih terlihat pucat. Perawat baru saja selesai memeriksa tekanan darahnya ketika Ryn kembali menoleh dengan mata membesar.“Aku baru melahirkan, anak-anak aku masih di NICU, terus suami sendiri pingsan karena kecapekan. Katanya asam lambung, darah rendah, stres berlebihan. Astaga, Mas! Jantungku rasanya kayak mau copot!” omel Ryn, satu tangan menekan dada sendiri. “Aku tuh belum siap kalau harus lihat kamu pingsan juga. Satu-satu, dong. Jangan semuanya sekaligus!”Kylar yang masih berbaring hanya bisa menatapnya. “Maaf, Sayang.”“Maaf, maaf.” Ryn menggeleng, lalu melirik infus di tangan suaminya. “Kamu tuh kalau capek bilang. Jangan sok kuat terus tiba-tiba ambruk. Aku juga bisa stres, tahu.”“Aku n
Read more