Madeleine menggeleng pelan, namun ia tetap tak beranjak dari hadapan Lucas. "Tempat ini bukan untukmu, Madeleine," gumam Lucas masih dengan nada yang kasar. Setetes air mata Madeleine jatuh tanpa bisa ia bendung, membasahi pipinya yang pucat. Ia menangis karena rasa frustrasi yang amat sangat. Ada sesuatu yang meronta di dalam dadanya, luapan emosi asing milik pemilik tubuh asli yang kini menjajah hatinya dengan begitu hebat. Lucas terpaku di tempatnya berdiri. Kemarahan yang tadi mendominasi wajahnya perlahan memudar, berganti dengan kebingungan yang sangat nyata. Madeleine yang selama ini ia kenal sebagai sosok kuat, tenang, dan cenderung dingin, kini tampak begitu hancur di depan matanya. "Kenapa kau menangis?" tanya Lucas dengan nada yang sedikit melunak. Madeleine tidak menjawab, ia hanya sibuk mengatur napasnya yang mulai tersengal. Ia membenci dirinya sendiri yang tidak mampu mengendalikan perasaan yang seolah dipaksakan masuk ke dalam jiwanya ini. Tidak ada
Huling Na-update : 2026-05-05 Magbasa pa