"Kau terlalu meremehkan orang-orangku. Lagipula ada Alaric dan Kael di sana!" Lucas membalas cepat, namun rahangnya mengatup rapat. “Tapi tetap saja kau tidak boleh meninggalkan mereka,” ujar Madeleine tegas. Dengan berat hati, Lucas memanggil ksatria di luar. "Bawa Erin ke sini sekarang!" Madeleine bernapas lega. Lucas akhirnya mau menurutinya. Begitu Erin masuk dengan wajah pucat pasi, Lucas menatap Madeleine untuk terakhir kalinya—sebuah tatapan penuh janji dan peringatan—sebelum ia bergegas keluar. Kepergian Lucas meninggalkan kesunyian yang mencekam di dalam tenda. Madeleine dan Erin berdiri membeku. Namun, keheningan itu pecah saat sisi belakang tenda tiba-tiba robek oleh sebilah belati. Seorang pria bertudung hitam menyelinap masuk. "Siapa kau?!" teriak Erin, suaranya melengking memecah ketegangan. Tanpa ragu, Erin menarik belati kecil dari pinggangnya, lalu berdiri melindungi di depan Madeleine. “Yang Mulia, tetap di belakangku!” Tanpa suara, dan pering
Huling Na-update : 2026-05-06 Magbasa pa