“Dia tidak akan bertindak gegabah," kata Lucas, suaranya terdengar tenang dan meyakinkan.Madeleine menggeleng. Ekspresi wajahnya serius, dipenuhi kekhawatiran yang nyata. "Tidak, Lucas. Aku kenal Rocella. Dia nekat, dan tidak ada yang bisa menebak langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya."Lucas menyentuh punggung tangan Madeleine dengan pelan, lalu mengusap punggungnya dengan gerakan lembut yang sama."Kau selalu bisa menilai situasi dengan kepala dingin," ujarnya. "Itu yang membedakanmu.""Aku hanya khawatir pada ibuku." Suara Madeleine sedikit retak. "Rocella sudah menyakitinya di tempat yang kukira aman. Aku tidak tahu lagi mana tempat yang benar-benar terlindungi."Lucas tidak langsung menjawab. Ia menunggu sejenak sebelum bicara, memastikan kata-katanya terdengar seperti fakta, bukan sekadar penghiburan. "Tenanglah dan pikirkanlah ini dengan jernih. Aku akan memerintahkan agar ibumu segera dibawa ke istana, di mana perlindungannya jauh lebih mudah dijamin.""Lakukanlah deng
Last Updated : 2026-05-10 Read more