Pagi itu Erin tampak jauh lebih bersemangat dari biasanya. Sejak bangun, senyum di wajahnya tak pernah pudar.Madeleine yang menyadarinya menoleh penasaran."Apa yang membuatmu begitu bersemangat?""Hari ini para koki istana mengadakan kelas meracik teh, Yang Mulia. Saya sudah mendaftar sejak beberapa hari lalu. Akhirnya hari ini tiba."Nada suaranya dipenuhi antusiasme hingga Madeleine ikut tersenyum."Aku boleh ikut?""Tentu saja, Yang Mulia." Erin mengangguk cepat. "Setiap peserta bisa meracik teh sesuai selera masing-masing, lalu membawanya pulang. Saya ingin mengirim racikan saya untuk keluarga."Madeleine terdiam sesaat.Itu ide yang bagus.Ia bisa meracik teh sendiri sebagai tanda terima kasih kepada Kaisar karena telah membantunya. Sekaligus, jika ada kesempatan bertemu, ia ingin menanyakan alasan sidang dewan tiba-tiba dibatalkan.Saat waktu kelas dimulai, halaman belakang dapur istana telah dipenuhi meja-meja berisi berbagai daun teh, rempah, bunga kering, serta peralatan po
Last Updated : 2026-07-10 Read more