"Erin... bagaimana keadaannya?" bisik Madeleine lirih, nyaris tenggelam di udara yang sunyi. "Lukanya tidak terlalu parah, kan?"Lucas tidak langsung menjawab. Madeleine sempat menangkap keraguan yang melintas di wajah pria itu sebelum akhirnya ia membuka suara."Dia masih belum sadar," ucapnya pelan. "Tapi kondisinya sudah stabil. Dia akan bangun."Madeleine mendorong tubuhnya untuk duduk. Belum sempat ia berpindah, nyeri menjalar dari tengkuk ke tulang belakang. Kepalanya berdenyut."Aku ingin melihatnya.""Nanti saja, setelah kau sehat." Lucas menahan bahunya dengan hati-hati agar ia tidak memaksakan diri.Madeleine mengangguk pelan. Dadanya masih dipenuhi sesak yang sulit diusir, tetapi kabar mengenai Erin sedikit meredakan beban di hatinya. Erin masih hidup. Untuk saat ini, kenyataan itu sudah cukup memberinya ketenangan.Pandangannya kemudian mengembara ke sekeliling ruangan. Tatapannya menyapu dinding, dan perabot di dekat ranjang hingga akhirnya berhenti pada sebuah rangkaian
Last Updated : 2026-07-24 Read more