Madeleine tenggelam dalam obrolan hangat bersama Duchess Grefton dan Duchess Milles. Tak jauh dari mereka, Katarina turut bergabung, sesekali tertawa kecil menanggapi canda yang beredar.Malam itu begitu meriah. Pesta amal yang diselenggarakan Duchess Grefton—memamerkan koleksi lukisan dan pahatan batu miliknya—berhasil menarik hampir seluruh kalangan bangsawan istana. Di sela tawa dan pujian atas karya seni yang dipamerkan, percakapan mereka perlahan bergeser ke arah yang lebih pelan, lebih rahasia. Gosip yang selalu mengalir deras di balik gemerlap istana."Saya dengar banyak pendeta dan gadis muda di wilayah utara yang menghilang begitu saja," ujar Duchess Grefton, suaranya direndahkan seolah dinding pun bisa mendengar.Katarina mengangguk lesu, sorot matanya meredup. "Karena masalah itu, anak saya jadi lebih sering menginap di sana. Ia hampir tak pernah kembali ke ibu kota." Ia menghela napas, nada suaranya berubah menjadi keluhan seorang ibu. "Padahal saya sudah menemukan kandi
Last Updated : 2026-07-16 Read more