Di rumah sakit.Alina menunggu perawat mengganti perban. Dia terus memperhatikan, memastikan jika Kiran mendapatkan pelayanan terbaik.“Sudah selesai, jahitannya masih basah, jadi usahakan agar jangan terlalu banyak bergerak.” Perawat memberi nasihat.Kiran mengangguk pelan. “Terima kasih, Sus.”Setelah perawat pergi.Alina mendekat ke ranjang Kiran.Perlahan Alina menurunkan satu persatu rantang dari susunannya.“Aku memasak sup iga, jadi kamu harus makan banyak agar bisa lekas sembuh.” Alina menoleh pada Kiran, Senyumnya sangat tulus untuk kekasih putranya ini.“Bibi harusnya tak perlu repot-repot.”“Apanya yang repot?” Alina menyambar ucapan Kiran dengan cepat. Sambil memberikan rantang berisi sup pada Kiran, Alina kembali berkata, “Sebentar lagi, kamu dan El juga mau nikah, kita akan jadi satu keluarga, jadi tidak ada yang namanya merepotkan.”Senyum Kiran terangkat canggung, walau senang mendapatkan calon mertua sebaik Alina.“Sudah, makan dulu supnya. Nanti keburu dingin.” Alina
Last Updated : 2026-05-28 Read more