"Baik, tunggu sebentar ya, Pak," ucap karyawan rumah makan itu dengan senyum ramah, sebelum berbalik menghadap ke dapur yang berasap tipis.Adnan mengangguk perlahan, matanya menyapu lingkungan sekitar rumah makan.Orang-orang berlalulintas dengan langkah tergesa-gesa, sebagian berjalan kaki, sebagian lagi berbicara riang dengan rekan mereka. Udara malam hari bercampur aroma kopi dari kedai sebelahan dan asap rokok yang menyebar perlahan."Hm, nanti aku beli makanan kucing di supermarket," bisik Adnan sambil mengingat kucing yang ia tinggalkan di kostan.Setelah melihat sekeliling, pandangan Adnan tak sengaja terpancing ke arah kafe berskala sedang yang berada tepat di depan rumah makan itu. Warna cat kuning muda pada tembok kafe cukup mencolok, dan beberapa kursi outdoor di depan pintu tampak ditempati oleh beberapa pengunjung.Di salah satu meja paling pojok, ia melihat sosok wanita yang tak bisa salah dikenali, rambut coklat kemerahan yang diikat rapi, baju blus putih yang selalu
Read more