Aku mulai terbiasa dengan hari-hari yang tidak meninggalkan jejak.Bangun. Duduk. Minum kopi. Pergi kerja. Pulang. Tidur.Siklus itu berulang tanpa banyak perubahan, seperti jam rusak yang tetap bergerak tapi tidak pernah benar-benar menunjukkan waktu.Orang-orang bilang, waktu menyembuhkan.Tapi tidak ada yang bilang bahwa sebelum sembuh, waktu juga bisa menghapus banyak hal—perlahan, tanpa izin.Aku tidak lagi menangis saat mengingat masa lalu. Bahkan untuk sekadar merindukan, aku harus memaksakan diri. Seolah-olah hatiku telah menutup pintu, bukan hanya untuk rasa sakit, tapi untuk semua kemungkinan rasa.Aku tidak tahu kapan tepatnya itu terjadi.Mungkin saat aku berhenti menunggu.Mungkin saat aku berhenti bertanya.Atau mungkin saat aku memutuskan bahwa tidak merasakan apa-apa lebih aman daripada merasakan semuanya.Di toko, aku tetap berdiri di balik meja kasir, seperti biasa. Senyumku masih ada. Suaraku masih terdengar normal. Tidak ada yang berubah dari luar.Tapi aku tahu—ak
Terakhir Diperbarui : 2026-04-01 Baca selengkapnya